Produk Toko DFG
-
List Tembok Minimalis
Rp20,000Original price was: Rp20,000.Rp15,000Current price is: Rp15,000. -
Pasir Bangunan Murah Berkualitas
Rp175,000Original price was: Rp175,000.Rp150,000Current price is: Rp150,000. -
List Kayu Berkualitas
Rp25,000Original price was: Rp25,000.Rp18,000Current price is: Rp18,000. -
Paving Block Murah Berkualitas
Rp3,000Original price was: Rp3,000.Rp2,500Current price is: Rp2,500. -
Batako Beton
Rp4,000Original price was: Rp4,000.Rp3,500Current price is: Rp3,500.
Saat Anda merencanakan pembangunan rumah, renovasi kamar, atau mendirikan bangunan komersial, menghitung anggaran material secara akurat adalah langkah yang sangat krusial. Salah satu material bangunan modern yang kini menjadi primadona untuk dinding adalah bata ringan atau yang sering disebut hebel.
Masalahnya, saat Anda menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) atau berdiskusi dengan tukang, satuan yang sering digunakan untuk dinding adalah meter persegi (m2) atau per biji. Sementara itu, saat Anda berbelanja di toko material, bata ringan dijual dalam satuan meter kubik (m3). Hal ini sering kali memunculkan pertanyaan dasar namun sangat penting: 1 kubik bata ringan berapa biji?
Jawaban singkatnya sangat bergantung pada ketebalan bata ringan yang Anda pilih. Di pasaran, ada dua ketebalan yang paling umum digunakan, yaitu 7,5 cm dan 10 cm.
-
Untuk bata ringan dengan tebal 7,5 cm, jumlah bata ringan per kubik adalah 111 biji.
-
Untuk bata ringan dengan tebal 10 cm, jumlahnya adalah 83 biji.
Namun, mengetahui angkanya saja tidak cukup. Agar Anda tidak salah beli—yang bisa berujung pada material yang kurang di tengah jalan atau justru sisa terlalu banyak—Anda perlu memahami cara menghitung kebutuhan bata ringan secara menyeluruh. Artikel ini akan memandu Anda memahami ukuran standar, cara menghitung volume, hingga simulasi perhitungan kebutuhan hebel di lapangan.
Ukuran Standar Bata Ringan di Pasaran
Sebelum masuk ke rumus perhitungan, kita perlu menyamakan persepsi mengenai dimensi material ini. Bata ringan diproduksi di pabrik dengan cetakan presisi tinggi (biasanya menggunakan teknologi Autoclaved Aerated Concrete atau AAC).
Panjang dan tinggi bata ringan AAC umumnya sudah standar dan seragam di semua merek. Perbedaannya hanya terletak pada ketebalannya.
-
Panjang standar: 60 cm (0,6 meter)
-
Tinggi standar: 20 cm (0,2 meter)
-
Tebal varian 1: 7,5 cm (0,075 meter)
-
Tebal varian 2: 10 cm (0,1 meter)
Sebagai contoh, jika Anda menggunakan produk Bata Ringan Rubicon Block yang tersedia di Toko DFG, spesifikasi ukurannya adalah 7,5 cm × 20 cm × 60 cm. Dengan dimensi yang sangat presisi ini, dinding yang dihasilkan akan lebih rata, tegak lurus, dan menghemat penggunaan plesteran.
Untuk melihat spesifikasi lengkap atau melakukan pemesanan, Anda bisa mengunjungi halaman produk Bata Ringan Toko DFG.

Mengapa Harus Tahu 1 m3 Bata Ringan Berapa Biji?
Mengetahui konversi dari meter kubik ke satuan biji (pcs) memberikan beberapa keuntungan taktis dalam manajemen proyek Anda:
-
Akurasi Pembelian: Menghindari over-budgeting akibat membeli material terlalu banyak.
-
Kontrol Pemakaian: Anda bisa memantau kinerja tukang. Jika dinding yang dikerjakan baru sedikit tetapi bata ringan sudah habis banyak, Anda bisa segera mengevaluasi apakah ada yang terbuang atau ada kesalahan potong.
-
Logistik dan Pengiriman: Mengetahui jumlah keping membantu Anda menyiapkan ruang penyimpanan di lokasi proyek. Misalnya, satu angkutan truk standar memiliki kapasitas 12,6 m3. Jika Anda memesan bata ringan tebal 7,5 cm dalam satu truk penuh, artinya Anda akan menerima total 1.400 pcs hebel.
Rumus Dasar: Menghitung Isi Bata Ringan 1 Kubik
Angka 111 dan 83 biji bukanlah angka tebakan, melainkan hasil perhitungan matematis dari volume balok. Jika Anda penasaran atau kebetulan menemukan ukuran bata ringan custom di luar standar, Anda bisa menggunakan cara hitung berikut.
Rumus volume adalah: Volume 1 biji = Panjang × Lebar (Tebal) × Tinggi
Pastikan semua satuan diubah ke dalam meter (m) terlebih dahulu.
1. Perhitungan untuk Bata Ringan Tebal 7,5 cm
-
Panjang: 60 cm = 0,6 m
-
Tinggi: 20 cm = 0,2 m
-
Tebal: 7,5 cm = 0,075 m
Volume 1 biji: 0,6 m × 0,2 m × 0,075 m = 0,009 m3
Lalu, 1 kubik hebel berapa biji? Caranya adalah membagi 1 m3 dengan volume 1 biji hebel. 1 m3 / 0,009 m3 = 111,11 biji. Dalam praktiknya, angka ini dibulatkan menjadi 111 biji bata ringan per m3.
2. Perhitungan untuk Bata Ringan Tebal 10 cm
-
Panjang: 60 cm = 0,6 m
-
Tinggi: 20 cm = 0,2 m
-
Tebal: 10 cm = 0,1 m
Volume 1 biji: 0,6 m × 0,2 m × 0,1 m = 0,012 m3
Berapa jumlahnya dalam 1 kubik? 1 m3 / 0,012 m3 = 83,33 biji. Angka ini dibulatkan menjadi 83 biji per kubik.
Luasan Dinding yang Bisa Dicakup oleh 1 Kubik Bata Ringan
Setelah mengetahui jumlah bijinya, pertanyaan selanjutnya yang biasa muncul dari pemilik rumah adalah: “Satu kubik itu bisa buat bangun dinding seberapa luas?”
Satu keping bata ringan (baik tebal 7,5 cm maupun 10 cm) memiliki luas permukaan tampak depan yang sama, yaitu: 0,6 m (panjang) × 0,2 m (tinggi) = 0,12 m2.
Untuk mengetahui luas dinding yang bisa ditutup oleh 1 kubik, kalikan luas permukaan 1 biji dengan jumlah isi per kubiknya.
-
Tebal 7,5 cm: 111 biji × 0,12 m2 = 13,32 m2
-
Tebal 10 cm: 83 biji × 0,12 m2 = 9,96 m2 (sering dibulatkan menjadi 10 m2)
Jadi, jika tukang Anda mengatakan akan membangun dinding seluas 13 meter persegi menggunakan hebel ukuran 7,5 cm, Anda cukup menyiapkan anggaran untuk 1 kubik bata ringan.
Cara Menghitung Kebutuhan Bata Ringan untuk Dinding Rumah
Sekarang mari kita aplikasikan teori di atas ke dalam kondisi nyata di lapangan. Cara menghitung kebutuhan hebel ini sangat mudah jika Anda mengikuti langkah-langkah berikut:
-
Hitung total keliling dinding ruangan yang akan dibangun.
-
Kalikan keliling tersebut dengan tinggi bangunan untuk mendapatkan Luas Dinding Kotor.
-
Hitung luas pintu, jendela, atau ventilasi (bukaan).
-
Kurangi Luas Dinding Kotor dengan luas bukaan untuk mendapatkan Luas Dinding Bersih.
-
Bagi Luas Dinding Bersih dengan luasan per kubik (13,32 m2 atau 10 m2).
-
Tambahkan faktor toleransi atau wastage (sisa potongan/pecah) sekitar 5%.
Contoh Simulasi Perhitungan
Bapak Budi ingin membangun sebuah kamar tidur berukuran 4 meter × 3 meter. Tinggi dinding dari lantai ke plafon adalah 3 meter. Di kamar tersebut rencananya akan dipasang 1 buah pintu berukuran 0,9 m × 2,1 m dan 1 buah jendela berukuran 1,2 m × 1,5 m. Bapak Budi memutuskan menggunakan bata ringan ukuran 7,5 cm.
Berapa kubik bata ringan yang harus dibeli Bapak Budi?
Langkah 1 & 2: Menghitung Luas Dinding Kotor
-
Keliling ruangan = (4 m + 3 m) × 2 = 14 meter.
-
Luas Dinding Kotor = Keliling (14 m) × Tinggi (3 m) = 42 m2.
Langkah 3: Menghitung Luas Bukaan (Pintu & Jendela)
-
Luas Pintu = 0,9 m × 2,1 m = 1,89 m2.
-
Luas Jendela = 1,2 m × 1,5 m = 1,8 m2.
-
Total Bukaan = 1,89 + 1,8 = 3,69 m2.
Langkah 4: Menghitung Luas Dinding Bersih
-
Luas Dinding Bersih = 42 m2 – 3,69 m2 = 38,31 m2.
Langkah 5: Menghitung Kebutuhan Kubikasi Karena menggunakan tebal 7,5 cm, daya sebar 1 kubiknya adalah 13,32 m2.
-
Kebutuhan bata ringan = 38,31 m2 / 13,32 m2 = 2,87 m3.
Langkah 6: Menambahkan Wastage 5%
-
Total Pembelian = 2,87 m3 + (5% × 2,87) = 2,87 + 0,14 = 3,01 m3.
Berdasarkan perhitungan di atas, Bapak Budi harus membeli material sebanyak 3 kubik bata ringan.
Kesalahan Umum Saat Menghitung dan Membeli Bata Ringan
Walaupun hitungannya terlihat sederhana, banyak orang di lapangan masih sering melakukan kesalahan yang berujung pada pemborosan material. Hindari beberapa hal berikut ini:
-
Mengabaikan Lubang Pintu dan Jendela: Kesalahan paling sering terjadi adalah menghitung dinding kotor secara utuh. Akibatnya, material menumpuk dan tidak terpakai karena bagian pintu dan jendela ikut terhitung seolah-olah ditutup bata penuh.
-
Lupa Menambahkan Toleransi (Wastage): Dalam setiap pemasangan, pasti ada hebel yang harus dipotong untuk menyesuaikan sudut dinding atau patah saat dipindah. Jika Anda membeli jumlah yang terlalu “ngepas”, Anda berisiko kekurangan material di tahap akhir penyelesaian. Menambahkan ekstra 5% adalah langkah paling aman.
-
Salah Menggunakan Perekat: Bata ringan tidak boleh dipasang menggunakan adukan semen dan pasir konvensional. Material ini membutuhkan perekat bata ringan khusus (thin-bed mortar). Jika Anda memaksakan memakai semen biasa, daya rekatnya tidak akan maksimal, pemasangan lebih lambat, dan membuang keunggulan presisi dari hebel itu sendiri.
-
SEO Title: 1 Kubik Bata Ringan Berapa Biji? Ini Cara Menghitungnya Meta Description: Cari tahu 1 kubik bata ringan berapa biji beserta cara menghitung kebutuhan hebel untuk dinding bangunan Anda. Panduan lengkap dari Toko DFG. Suggested Slug: 1-kubik-bata-ringan-berapa-biji Primary Keyword: 1 kubik bata ringan berapa biji Secondary Keywords: 1 m3 bata ringan berapa biji, jumlah bata ringan per kubik, bata ringan per m3, 1 kubik hebel berapa biji, bata ringan 1 kubik berapa biji Search Intent: Informasional & Kalkulasi (Pengguna ingin mengetahui jumlah pasti hebel dalam satu kubik dan bagaimana cara menghitung total kebutuhan material untuk membangun dinding).
1 Kubik Bata Ringan Berapa Biji? Cara Menghitung Kebutuhannya
Saat merencanakan pembangunan rumah atau renovasi, salah satu pertanyaan yang paling sering muncul dari pemilik rumah maupun tukang adalah: 1 kubik bata ringan berapa biji? Mengetahui jumlah pasti bata ringan (hebel) dalam satu meter kubik (m³) sangatlah penting. Hal ini akan membantu Anda membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang akurat, menghindari kekurangan material di tengah proyek, serta mencegah pembelian bahan bangunan yang berlebihan.
Secara singkat, jumlah bata ringan per kubik sangat bergantung pada ketebalan bata ringan yang Anda gunakan. Untuk ukuran standar dengan ketebalan 7,5 cm, 1 kubik berisi 111 biji.
Namun, untuk memastikan perhitungan kebutuhan material Anda benar-benar akurat, artikel ini akan membedah secara lengkap tentang ukuran bata ringan, jumlah pasti per kubiknya, hingga cara menghitung total kebutuhan bata ringan untuk dinding bangunan Anda.
Ukuran Standar Bata Ringan di Pasaran
Sebelum menghitung jumlah bata ringan per m3, kita perlu memahami ukuran standar bata ringan yang beredar di pasaran. Berbeda dengan bata merah yang ukurannya bisa bervariasi tergantung produsen lokal, bata ringan diproduksi di pabrik dengan presisi dan standar ukuran yang baku.
Secara umum, panjang dan lebar bata ringan adalah tetap:
-
Panjang: 60 cm
-
Lebar (Tinggi): 20 cm
Yang membedakan adalah ketebalannya. Ada dua ukuran ketebalan yang paling umum digunakan dalam proyek konstruksi di Indonesia:
-
Ketebalan 7,5 cm: Sering digunakan untuk dinding penyekat antar ruangan atau bangunan satu lantai yang beban strukturnya tidak terlalu berat.
-
Ketebalan 10 cm: Biasanya digunakan untuk dinding luar (eksterior), bangunan bertingkat, atau area yang membutuhkan perlindungan ekstra terhadap cuaca dan suara.
Jawaban Lengkap: 1 Kubik Bata Ringan Berapa Biji?
Volume satu meter kubik (1 m³) adalah ruang berukuran 1 meter x 1 meter x 1 meter. Untuk mengetahui 1 kubik hebel berapa biji, kita tinggal membagi 1 m³ dengan volume satu buah bata ringan.
Berikut adalah rincian jumlah bata ringan per kubik berdasarkan ketebalannya:
1. Bata Ringan Ketebalan 7,5 cm
-
Ukuran per biji: 7,5 cm x 20 cm x 60 cm (atau 0,075 m x 0,2 m x 0,6 m)
-
Volume 1 biji = 0,009 m³
-
Jumlah per 1 m³ = 1 m³ : 0,009 m³ = 111,11 biji
-
Kesimpulan: 1 m3 bata ringan berapa biji untuk tebal 7,5 cm? Jawabannya adalah 111 biji.
2. Bata Ringan Ketebalan 10 cm
-
Ukuran per biji: 10 cm x 20 cm x 60 cm (atau 0,1 m x 0,2 m x 0,6 m)
-
Volume 1 biji = 0,012 m³
-
Jumlah per 1 m³ = 1 m³ : 0,012 m³ = 83,33 biji
-
Kesimpulan: Bata ringan 1 kubik berapa biji untuk tebal 10 cm? Jawabannya adalah 83 biji.
Dengan mengetahui standar ini, Anda sudah memiliki dasar yang kuat untuk mulai menghitung estimasi kebutuhan material dinding Anda.
Spesifikasi Pengiriman Bata Ringan di Toko DFG
Bagi Anda yang sedang mencari material, Toko DFG menyediakan Bata Ringan berkualitas dengan merek Rubicon Block. Berikut adalah spesifikasi ukuran dan kapasitas pengiriman yang perlu Anda ketahui agar mudah menghitung ongkos dan kapasitas angkut:
-
Merek/Jenis: Rubicon Block
-
Ukuran: 7,5 cm × 20 cm × 60 cm
-
Isi per m³: 111 pcs
-
Kapasitas per angkutan (1 truk penuh): 12,6 m³
-
Total isi per angkutan: 1.400 pcs (12,6 m³ x 111 pcs = 1.398,6 dibulatkan menjadi 1.400 pcs)
Mengetahui kapasitas angkut ini sangat penting, terutama bagi kontraktor atau pemborong yang ingin memesan dalam jumlah besar (satu truk/DO penuh) agar biaya pengiriman menjadi lebih efisien.
Cara Menghitung Kebutuhan Bata Ringan untuk Dinding
Setelah mengetahui isi 1 kubik bata ringan, langkah selanjutnya adalah menghitung total kebutuhan Anda. Menghitung kebutuhan bata ringan sebenarnya cukup mudah jika Anda mengetahui luas bidang dinding yang akan dibangun.
Satu buah bata ringan (ukuran standar 20 cm x 60 cm) memiliki luas permukaan sebesar 0,12 m². Oleh karena itu, untuk menutupi dinding seluas 1 meter persegi (m²), Anda membutuhkan: 1 m² : 0,12 m² = 8,33 biji bata ringan (bisa dibulatkan menjadi 8,5 atau 9 biji untuk alokasi waste / sisa potongan).
Langkah-langkah perhitungannya:
-
Hitung keliling ruangan yang akan dipasang bata ringan.
-
Kalikan keliling tersebut dengan tinggi dinding untuk mendapatkan Luas Kotor.
-
Hitung luas area yang tidak dipasang bata ringan (seperti pintu, jendela, atau ventilasi).
-
Kurangi Luas Kotor dengan luas pintu/jendela untuk mendapatkan Luas Bersih (Luas Dinding yang akan dipasang bata ringan).
-
Kalikan Luas Bersih dengan 8,33 (kebutuhan bata ringan per m²).
-
Bagi total biji bata ringan dengan isi per kubik (111 biji untuk tebal 7,5 cm) untuk mengetahui kebutuhan dalam satuan kubik.
Contoh Perhitungan Nyata di Lapangan
Mari kita aplikasikan langkah-langkah di atas pada sebuah contoh kasus nyata.
Katakanlah Anda ingin membangun sebuah kamar tidur dengan ukuran 4 meter x 4 meter, dengan tinggi plafon (tinggi dinding) 3 meter. Kamar tersebut memiliki 1 buah pintu berukuran 1 m x 2 m, dan 1 buah jendela berukuran 1 m x 1 m. Anda menggunakan bata ringan Rubicon Block ukuran 7,5 cm dari Toko DFG.
Tahap 1: Menghitung Luas Dinding Kotor
-
Keliling ruangan = (4 m + 4 m + 4 m + 4 m) = 16 meter
-
Tinggi ruangan = 3 meter
-
Luas dinding kotor = 16 meter x 3 meter = 48 m²
Tahap 2: Menghitung Luas Pintu dan Jendela
-
Luas pintu = 1 m x 2 m = 2 m²
-
Luas jendela = 1 m x 1 m = 1 m²
-
Total luasan kosong = 3 m²
Tahap 3: Menghitung Luas Dinding Bersih
-
Luas dinding bersih = 48 m² – 3 m² = 45 m²
Tahap 4: Menghitung Total Biji Bata Ringan
-
Kebutuhan bata ringan = 45 m² x 8,33 biji/m² = 374,85 biji (kita bulatkan menjadi 375 biji).
Tahap 5: Konversi ke Satuan Kubik (m³) Karena Anda menggunakan bata ringan tebal 7,5 cm (yang isinya 111 biji per kubik), maka perhitungannya:
-
Kebutuhan dalam kubik = 375 biji : 111 biji/m³ = 3,37 m³.
Kesimpulan Contoh Kasus: Untuk kamar ukuran 4×4 meter tersebut, Anda membutuhkan sekitar 375 biji bata ringan. Jika Anda membeli dalam satuan kubik, Anda bisa memesan sekitar 3,5 kubik bata ringan (sisa 0,13 kubik dapat digunakan sebagai cadangan/waste saat pemotongan).
Mengapa Memilih Bata Ringan untuk Proyek Anda?
Setelah memahami cara perhitungannya, Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa saat ini banyak orang beralih dari bata merah ke bata ringan? Berikut adalah beberapa alasan utamanya:
-
Pengerjaan Lebih Cepat: Ukurannya yang besar membuat dinding lebih cepat terbangun dibandingkan memasang bata merah yang ukurannya kecil.
-
Beban Struktur Lebih Ringan: Sesuai namanya, material ini memiliki rongga udara halus di dalamnya, sehingga jauh lebih ringan dan mengurangi beban pada struktur pondasi bangunan.
-
Tahan Api dan Kedap Suara: Material bata ringan sangat baik dalam meredam panas dan suara dari luar ruangan.
-
Hemat Perekat: Pemasangan hebel hanya membutuhkan semen instan (mortar) setebal 2–3 mm saja. Berbeda dengan bata merah yang membutuhkan adukan semen dan pasir yang tebal.
Kesalahan Umum Saat Membeli Bata Ringan
Untuk menghindari kerugian waktu dan biaya, perhatikan beberapa hal berikut saat Anda memesan bata ringan:
-
Salah Menghitung Toleransi Pecah (Waste): Selalu tambahkan sekitar 3% hingga 5% dari total perhitungan kebutuhan Anda. Bata ringan mungkin saja patah saat pengiriman, saat bongkar muat, atau saat dipotong untuk menyesuaikan sudut ruangan.
-
Lupa Menghitung Kebutuhan Semen Mortar: Bata ringan tidak dipasang menggunakan semen biasa dan pasir. Anda harus menggunakan semen instan khusus (perekat bata ringan). Rata-rata, 1 sak semen mortar (40 kg) bisa digunakan untuk memasang kurang lebih 10 m² hingga 12 m² luasan dinding.
-
Mengabaikan Akses Jalan Pengiriman: Jika Anda memesan bata ringan 1 DO (1 truk = 12,6 m³), pastikan jalan menuju lokasi proyek Anda bisa dilewati oleh truk angkutan berat.
Kebutuhan Bata Ringan di Wilayah Anda
Bagi Anda yang berdomisili atau sedang mengerjakan proyek di wilayah Rawajitu, Rawajitu Selatan, Gedung Karya Jitu, Tulang Bawang, hingga area lain di provinsi Lampung, memastikan pasokan material datang tepat waktu dengan kualitas terjamin adalah hal krusial.
Memilih supplier bahan bangunan lokal yang tepercaya akan menekan biaya ongkos kirim dan memudahkan komunikasi jika terjadi kekurangan material di tengah pekerjaan. Toko DFG siap membantu menyuplai kebutuhan konstruksi Anda dengan armada pengiriman yang memadai dan produk berkualitas tinggi.
Jika Anda membutuhkan pasokan untuk proyek di area tersebut, silakan kunjungi halaman layanan kami di Jual Bata Ringan Tulang Bawang.
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
1. 1 kubik bata ringan bisa untuk dinding berapa meter? Untuk bata ringan dengan ketebalan 7,5 cm (isi 111 biji), 1 kubiknya bisa menutupi luasan dinding sekitar 13 meter persegi (m²). Sedangkan untuk ketebalan 10 cm (isi 83 biji), 1 kubiknya bisa menutupi dinding sekitar 10 meter persegi (m²).
2. Apakah harga bata ringan dihitung per biji atau per kubik? Pada umumnya, produsen dan toko bangunan besar menjual bata ringan dengan perhitungan per meter kubik (m³). Namun, ada juga toko material eceran yang memperbolehkan pembelian per biji untuk kebutuhan penambalan atau renovasi minor.
3. Berapa isi 1 DO (Delivery Order) bata ringan? Di Toko DFG, pengiriman 1 DO atau 1 ritase truk berisi 12,6 kubik. Untuk ukuran tebal 7,5 cm, ini setara dengan kurang lebih 1.400 keping bata ringan.
4. Apakah memasang bata ringan harus direndam air dulu seperti bata merah? Tidak perlu. Bata ringan tidak perlu direndam air sebelum dipasang. Anda cukup membersihkan permukaannya dari debu agar semen instan (mortar) dapat merekat dengan sempurna.
5. Lebih murah menggunakan bata ringan atau bata merah? Secara harga satuan material, bata ringan mungkin terlihat lebih mahal. Namun jika dihitung secara keseluruhan (biaya material + kecepatan tukang + hemat adukan pasir semen + plesteran yang lebih tipis), bata ringan umumnya jauh lebih efisien dan hemat biaya untuk bangunan modern.
Kesimpulan
Mengetahui jawaban dari pertanyaan “1 kubik bata ringan berapa biji?” adalah langkah pertama yang paling penting sebelum memulai pekerjaan dinding bangunan. Ingat patokan utamanya: untuk bata ringan berketebalan 7,5 cm, terdapat 111 biji per m³, sedangkan untuk ketebalan 10 cm, terdapat 83 biji per m³.
Gunakan rumus perhitungan sederhana dengan membagi luas dinding bersih Anda dengan 0,12 m² untuk mengetahui jumlah biji bata ringan yang dibutuhkan. Jangan lupa untuk selalu menyiapkan cadangan (waste) sekitar 5% untuk mengantisipasi potongan dan kerusakan minor.
Jika Anda sudah mengetahui kebutuhan material yang diperlukan, Anda dapat melihat produk Bata Ringan Toko DFG untuk mengetahui spesifikasi lengkap, atau menghubungi tim kami untuk proses pemesanan. Untuk kebutuhan material bangunan di wilayah Rawajitu, Tulang Bawang dan sekitarnya, percayakan kelancaran proyek Anda bersama Toko DFG!
Written by Toko Depo Falu Gada
Best offers
Join Risk Free
Retur
100% Safe
Secure Shopping
Full Support
Online / Offline
Best Offers
Grab Now
On Shiping
On all order over
Produk Unggulan

